NEVBUZZ – Rencana impor kendaraan niaga asal India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menuai sorotan mobil. Sebab, jumlahnya unit mobil pikap maupun truk ringan itu mencapai 105 ribu unit dan dikirim secara utuh dari negara asalnya.
Adapun impor mobil pikap dan kendaraan niaga ringan itu akan dipakai untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dua merek otomotif India yang terkait adalah Tata Motors dan Mahindra.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas), Joao Angelo De Sousa Mota mengungkap alasan rencana impor total 105.000 unit kendaraan niaga dari India. Adapun modelnya adalah pikap 4×4 dan truk ringan dari merek Tata Motors dan Mahindra.
“Kenapa kita perlu pikap 4×4 (dengan model penggerak empat roda)? Untuk digunakan di daerah-daerah yang kondisi lahannya memang sangat menantang. Hampir di semua, baik di Jawa, kalau mobil untuk ke sawah-sawah itu sangat menantang maka diperlukan jenis kendaraan ini,” ujarnya dalam rekaman video yang diunggah di akun Instagram @agrinaspangan, dikutip NEVBUZZ, Senin (23/2).
Harga Kendaraan Niaga India Lebih Murah
Lebih lanjut, Joao Angelo De Sousa Mota menyebut, Harga mobil pikap 4×4 yang ada di Indonesia sangat mahal. Selain itu, kapasitas produksi untuk kendaraan niaga terbatas dan bisa berdampak pada ketersediaan unit untuk kebutuhan pasar otomotif nasional.
“Produk-produk yang sekarang ada, baik dari mana pun yang menyuplai pasar Indonesia harganya kalau 4×4 harganya sangat mahal. Truk ini kami kasitau dulu, ketika semua supplier yang ada tidak lagi memproduksi, baru kami mengambil dari India supaya tidak mengganggu distribusi dan market,” paparnya.
Terkait biaya, Jaoa Mota menyebut, unit mobil pikap dan truk ringan asal India lebih murah hingga sekitar Rp120-150 juta per unit. Adapun rencana impor utuh 105 ribu kendaraan niaga itu mencapai nilai Rp24,66 triliun.
“Kami mengambil dari India itu menjadi jalan tengah. Adil untuk menggunakan anggaran APBN secara bijak karena kami beli dengan harga hampir setengahnya lebih murah daripada produk-produk yang ada di pasaran Indonesia. Kami dalam merencanakan belanja, khususnya untuk Koperasi Merah Putih, kami menerapkan efisiensi secara maksimal,” paparnya.