NEVBUZZ – Toyota memastikan peluncuran mobil hybrid baru untuk konsumen di Indonesia. Seremoni akan dilakukan di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week yang dimulai pada 21 November 2025 di ICE, BSD.
Menurut CEO Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, mobil hybrid memang kini menjadi pilihan banyak konsumen Indonesia. Maka, kehadiran produk baru diharapkan bisa menjadi penyemangat penjualan di tengah kondisi pasar yang masih melemah.
“Saya enggak komen dulu soal produknya, hanya tahu informasinya dari media. Tetapi apapun itu, kami akan gunakan untuk memboost penjualan karena market masih sangat turun dibandingkan sebelumnya,” ujar Anton Jimmi Suwandy, saat jumpa media di Bekasi, Jawa Barat, dikutip Rabu (5/11).
Anton menambahkan, mobil hybrid menjadi pendulang penjualan saat kondisi pasar otomotif nasional melemah. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales periode Januari – September 2025 baru mencapai 585.917 unit. Sedangkan retailsales di periode yang sama tercatat 854.952 unit.

Masih dari sumber data yang sama, wholesales (penjualan dari pabrik ke diler) mobil hybrid selama 9 bulan 2025 mencapai 46.240 unit. Dari jumlah penjualan itu, produk-produk dari merek Toyota mendominasi dengan raihan 22.259 unit. Menurut Anton, konsumen di berbagai segmen menunjukan peningkatan minat terhadap kendaraan dengan kombinasi penggerak baterai dan mesin bakar.
“Kalau refleksi tahun ini, market memang turun, tetapi mobil hybrid ini kuat secara komposisi ya. Hampir seluruh produk hybrid dari kelas atas, menengah dan sedikit menengah ke Bawah, konsumen memilihnya mobil hybrid,” ucapnya.
Sebagai ilustrasi, papar Anton, pembeli Toyota Alphard hampir semua memilih tipe hybrid. Kondisi sama juga terjadi pada produk MPV Innova Zenix dan SUV Yaris Cross HEV yang semakin menggoda konsumen.
“Komposisi penjualan tergantung bulan per bulan, untuk Alphard 80-90 persen mobil hybrid, Innova Zenix juga sama, Yaris Cross bahkan sudah di atas 90 persen penjualannya tipe hybrid. Ketiga model ini sudah mencapai 1.500 sampai 2.000 unit, ini saya rasa akan bertambah terus,” jelas Anton Jimmi Suwandy.