NEVBUZZ – BAIC Indonesia kian agresif untuk memasarkan produk-produknya. Selain menambah jumlah jaringan resmi, perusahaan otomotif itu juga menargetkan penjualan sebanyak 200 persen pada 2026.
CEO (Chief Executive Officer) BAIC Indonesia, Jonathan Salim menyebut, saat ini kompetisi di pasar otomotif roda empat nasional sengit. Meski demikian, merek mobil China itu meyakini produk dan layanannya bisa diterima konsumen di Tanah Air.
“Ke depannya, BAIC Indonesia akan focus pada tiga hal Utama, yakni memperluas jaringan diler agar kita bisa memiliki lebih banyak lagi cabang, kemudian menghadirkan produk-produ yang relevan dan kompetitif, serta membangun brand yang lekat dengan gaya hidup masyarakat di Indonesia,” ujarnya saat BAIC media iftar di Gading Serpong, Tangerang, dikutip Jumat (6/3).
Sementara itu, Chief Operating Officer, Dhani Yahya menyebut, kondisi pasar otomotif nasional yang turun sepanjang 2025 tidak membuatnya pesimis menghadapi 2026. Bahkan, ia menyebut BAIC Indonesia menargetkan peningkatan penjualan sebesar 200 persen di tahun ini.
Menurut Dhani, target itu bukan tanpa alasan. Ketika baru pertama hadir di Indonesia tahun 2024, BAIC menduduki rangking 30 dari 39 brand passenger di pasar otomotif nasional. Lalu, sepanjang 2025, merek mobil spesialis SUV itu bisa naik menjadi ranking 27 dari 42 brand dan pada Februari 2026 sudah di urutan 25 mobil terlaris.
“Tahun lalu (2025), BAIC Indonesia bisa mencatat 677 unit penjualan retail. Tahun ini kami akan lebih agresif, dengan target penjualan yang meningkat jadi sekitar 200 persen atau 2.018 unit mobil,” tuturnya.