NEVBUZZ – Persaingan di segmen mobil listrik di pasar otomotif Indonesia mulai ketat. Hal ini dipicu oleh masuknya berbagai merek dan model kendaraan roda empat elektrifikasi dari berbagai negara, termasuk merek asal Vietnam, VinFast.
Menariknya, VinFast sebagai pendatang baru menggunakan stategi berbeda dalam memasarkan produknya. Merek otomotif ini menawarkan skema Battery Subscription atau biaya sewa baterai mobil listik yang dibayarkan oleh konsumen setiap bulan.
Perlu diketahui, baterai merupakan komponen vital pada mobil listrik. Meski demikian, kapasitas dan kemampuannya bisa saja menurun lantaran berbagai kondisi. Hal ini memicu kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang ingin beralih dari mobil bermesin konvensional ke model kendaraan elektrifikasi.
Pembelian mobil listrik dengan skema sewa baterai, menjawab rasa khawatir konsumen. Sebab, VinFast memisahkan biaya baterai dari harga kendaraan, yang tujuannya menurunkan entry barrier dan memberikan peace of mind bagi pengguna mobil listriknya.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, perusahaan otomotif itu hadir bukan hanya menyediakan solusi finansial lebih fleksibel, tetapi sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kepada pelanggan dalam mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Terhitung sejak 1 Agustus 2025, lanjut Kariyanto Hardjosoemarto, VinFast memulai kebijakan untuk memberikan dua pilihan fleksibel bagi pelanggan. Artinya, konsumen bisa membeli mobil listrik asal Vietnam dengan termasuk baterainya, ataupun membeli kendaraan elektrifikasi itu memakai sistem berlangganan baterai (jarak tempuh tanpa batas).
“Kami menyempurnakan kebijakan ini, mulai dari harga awal kendaraan hingga ketentuan langganan bulanan, tidak hanya untuk menyediakan solusi finansial yang lebih fleksibel, tetapi juga untuk menegaskan komitmen jangka panjang kami kepada pelanggan dalam mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan,” ucapnya dalam siaran pers, dikutip Rabu (29/10).
Harga Hemat dan Layanan Maksimal VinFast
Sebagai ilustrasi, beli mobil listrik VF 3 (mini-SUV) seharga Rp156 juta on the road Jakarta dengan skema berlangganan baterai. Banderol tersebut diketahui hemat hingga Rp74,13 juta dibandingkan harga penuh (tanpa sewa baterai). Adapun ongkos sewanya hanya Rp253 ribu per bulan.
Berikutnya, VinFast VF 5 Eco (segmen A) dengan harga OTR Jakarta Rp232 juta yang memiliki penghematan hingga Rp91,17 juta. Jika memilih skema tersebut, konsumen bisa membayar biaya langganan baterai mobil listrik sebesar Rp468 ribu setiap bulannya.

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin beralih ke model mobil listrik bisa membeli VinFast VF e34 (segmen C) dengan harga Rp299 juta. Banderol tersebut diketahui hemat hingga Rp112,86 juta dan biaya langganan baterai mobil listrik setiap bulannya sekitar Rp593 ribu.
Pilihan lainnya adalah VinFast VF 6 (Eco & Plus) yang punya biaya langganan bulanan untuk kedua tipe hanya Rp650 ribu. Adapun harga OTR Jakarta dari masing-masing varian, yakni Rp335 juta (Eco) dan Rp394 juta (Plus). Keduanya diketahui bisa menghemat harga Rp49,995 juta dan Rp45,6 juta.
Jika memiliki dana lebih besar, VinFast VF 7 (Eco & Plus AWD) layak menjadi pilihan. Harga OTR-nya Rp449 juta varian Eco dan Rp539 juta tipe Plus AWD. Bicara penghematan mobil listrik mencapai Rp50 juta dan Rp60 juta pada masing-masih tipe, lalu biaya sewa baterai per bulannya, yakni Rp905 ribu (Eco) dan Rp1.031.000 (Plus AWD).
Selain produk mobil listrik dengan harga terjangkau, perusahaan otomotif ini juga menargetkan pembangunan 500 bengkel resmi di seluruh Indonesia, sekaligus menjalin kemitraan dengan jaringan dealer terpercaya. Langkah ini menunjukkan keseriusan VinFast dalam menjawab kecemasan konsumen, memastikan setiap unit yang terjual dilengkapi dengan jaminan perawatan, servis, dan perbaikan menyeluruh.
Kemudian, VinFast juga mengikuti arahan pemerintah Indonesia untuk melokalkan produknya. Perusahaan otomotif ini sedang dalam proses membangun pabrik di wilayah Subang, Jawa Barat dan dijadwalkan bisa beroperasi menjelang akhir 2025.