NEVBUZZ – Peminjaman investasi resmi diberikan kepada Green SM Indonesia oleh Bank Central Asia (BCA) dengan nilai mencapai Rp600 miliar melalui penandatanganan perjanjian pinjaman berjangka waktu lima tahun.
Perjanjian yang menandai terjalinnya kemitraan finansial jangka panjang menjadi tahap lanjutan dari kerja sama antara Green SM Indonesia dan BCA, sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan dan tata kelola yang kuat di sektor mobilitas perkotaan di Indonesia.
Dengan pinjaman investasi, Green SM Indonesia memastikan akan ditujukan untuk mendukung kesiapan operasional serta keberlanjutan layanan. Fasilitas tersebut menyediakan struktur pendanaan yang stabil guna mendukung pendekatan pertumbuhan perusahaan yang terukur serta memastikan konsistensi layanan di berbagai kota.
Sebenarnya, kedua pihak telah bekerjasama sejak peluncuran di Jakarta pada Desember 2024. Dengan menghadirkan berbagai program yang berfokus pada pelanggan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan sekaligus mendorong kesadaran akan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kerja sama pembiayaan ini mencerminkan semakin erat dan matangnya kemitraan kedua pihak, serta dukungan BCA terhadap model operasional dan tata kelola Green SM Indonesia.
Solusi mobilitas yang lebih efisien
Kerja sama ini juga mencerminkan peran BCA yang lebih luas dalam mendukung berbagai sektor usaha yang beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan perkotaan, termasuk pergeseran menuju solusi mobilitas yang lebih efisien dan berorientasi ke masa depan.
Denny Haryanto, mewakili BCA, SVP Corporate Banking BCA, mengatakan bahwa perjanjian ini mencerminkan pendekatan dalam mendukung bisnis yang memiliki visi jangka panjang.
“Transportasi berkelanjutan semakin penting bagi pembangunan perkotaan di Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami mendukung inisiatif yang sejalan dengan ketahanan ekonomi jangka panjang serta tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Denny Haryanto.
Sementara itu, Deny Tjia, Managing Director Green SM Indonesia, menyampaikan bahwa perjanjian ini mencerminkan kepercayaan yang dibangun melalui kerja sama yang konsisten dan kesamaan nilai.
“Perjanjian pinjaman investasi ini merupakan bentuk pengakuan terhadap model operasional yang disiplin serta orientasi pengembangan jangka panjang yang terus dijalankan Green SM Indonesia sejak tahap awal. Fasilitas ini semakin memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mendukung layanan yang stabil dan konsisten di berbagai kota tempat kami beroperasi,” Deny Tjia.
Kehadiran Green SM Indonesia sejak 2024, kini telah hadir di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Makassar, Bekasi, Surabaya, dan Bali.
Green SM menyakini, wilayah tersebut menghadapi kebutuhan mobilitas perkotaan yang semakin kompleks, seiring dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap solusi transportasi yang lebih bersih dan bertanggung jawab.
Dengan menyediakan layanan taksi sepenuhnya listrik, makan akan mendukung mobilitas harian di perkotaan sekaligus membantu mengurangi emisi dan kebisingan. Pendekatan operasional perusahaan menekankan pada keandalan layanan, standar profesional bagi pengemudi, serta skalabilitas yang selaras dengan perencanaan transportasi di tingkat kota.
Melalui perjanjian ini, Green SM Indonesia dan BCA menegaskan kembali pandangan bersama bahwa transisi menuju mobilitas perkotaan berkelanjutan tidak hanya memerlukan teknologi kendaraan listrik, tetapi juga struktur pendanaan yang kuat, tata kelola yang bertanggung jawab, serta komitmen jangka panjang.