NEVBUZZ – Pilihan kendaraan hybrid yang hemat bahan bakar, menjadi solusi masyarakat untuk menemani perjalanan mudik Lebaran, seperti Jaecoo J7 SHS-P dan J8 SHS ARDIS.
Hal ini mengingat, kebutuhan akan kendaraan yang hemat bensin, fleksibel tanpa harus sering antre di SPKLU, serta tetap nyaman di tengah kemacetan membuat teknologi hybrid generasi baru semakin relevan.
Melalui teknologi Super Hybrid System (SHS) pada lini SUV elektrifikasi Jaecoo diposisikan sebagai solusi praktis agar mudik tetap tenang tanpa dihantui rasa khawatir kehabisan daya (range anxiety).
Karakter mobil hybrid dalam menunjang mudik di Indonesia yang identik dengan kemacetan dianggap menjadi solusi terbaik.
Ryan Ferdiean Tirto, Head of Product Jaecoo Indonesia, menyampaikan bahwa sistem SHS memang dirancang untuk menyesuaikan penggunaan mesin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi jalan.
“Pola kerja adaptif ini membantu kendaraan tetap responsif saat menyalip, namun tetap irit saat merayap di tengah kemacetan. Ini sangat pas untuk karakter mudik kita yang jaraknya bisa ratusan kilometer,” jelasnya.

Tips memilih kendaraan hybrid
Dalam memilih kendaraan berteknologi hybrid, Ryan menjelaskan, ada tiga tips yang bisa dijadikan acuan masyarakat untuk mudik berbasis teknologi hybrid.
Pertama, pilih sistem hybrid yang ‘pintar' menyesuaikan kondisi jalan. Mudik di Indonesia artinya siap menghadapi segala medan, dari jalanan lancar hingga macet total berjam-jam.
Sistem SHS secara otomatis mengatur perpaduan mesin dan motor listrik agar tetap efisien tanpa pengemudi harus ribet menyeting manual. Pendekatan ini tertanam pada Jaecoo J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS yang memang difokuskan untuk ketangguhan harian maupun perjalanan luar kota.
Kedua, pastikan kendaraan punya jarak tempuh panjang dan fleksibilitas sumber tenaga.
Biasanya pemudik yang beralih ke elektrifikasi khawatir pada antrean di stasiun pengisian daya (charging station).
Dengan sistem SHS, kendaraan didukung mesin dan baterai sekaligus, sehingga perjalanan bisa terus lanjut tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ketersediaan colokan listrik di rest area. Ini membuat perencanaan rute mudik lebih simpel dan waktu perjalanan jadi lebih singkat.
Ketiga, manfaatkan fitur elektrifikasi yang fungsional dan aman untuk keluarga. Salah satu contohnya adalah fitur Vehicle to Load (V2L) yang mengubah mobil menjadi ‘powerbank raksasa' berjalan.
Daya dari kendaraan bisa dipakai saat beristirahat di pinggir jalan untuk menyeduh kopi, menghangatkan makanan sahur/buka puasa, hingga mengisi daya gadget seluruh anggota keluarga. Fitur ini menjadi nilai tambah yang sangat relevan dengan kebiasaan pemudik di Indonesia.
Selain urusan mesin, faktor keselamatan di jalur melelahkan juga jadi kunci. Jaecoo J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS telah dilengkapi hingga 19 fitur ADAS, termasuk Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist.
Untuk kenyamanan keluarga, J8 SHS-P ARDIS bahkan menghadirkan fitur kursi pijat di penumpang depan dan audio premium, sementara unit EV perdana Jaecoo, J5 EV menyediakan opsi hiburan karaoke serta bagasi luas yang siap menampung tumpukan koper dan kardus oleh-oleh khas mudik.
Untuk mengoptimalkan keamanan perjalanan konsumen, JAECOO juga mengimbau pengecekan kendaraan di dealer resmi melalui pemindaian sistem elektronik dan mekanikal secara menyeluruh.
Tersedia program free atau discount 50% wheel alignment (S&K berlaku). Selama periode Lebaran, Jaecoo menyiagakan 14 Dealer Siaga di rute utama mudik, didukung layanan bantuan darurat 24 jam yang mencakup towing, bantuan bahan bakar, hingga layanan home service.
Kemampuan Jaecoo di Indonesia juga diperkuat dengan catatan positif. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Januari 2026, Jaecoo J5 EV sukses mencatat distribusi 1.942 unit dan menjadi SUV listrik terlaris, sekaligus membawa brand ini menembus peringkat 9 besar merek mobil nasional.
Menunjang kepercayaan konsumen, kini jaringan dealer Jaecoo telah beroperasi di 25 titik mulai dari Medan, kota-kota besar di Jawa, hingga Makassar, dan ditargetkan berkembang menjadi 80 dealer pada akhir 2026 guna menjamin ketersediaan suku cadang bagi seluruh konsumen.