NEVBUZZ – Pasar otomotif Indonesia mulai disesaki merek-merek mobil listrik global. Kondisi ini terjadi karena pemerintah Indonesia era kepemimpinan Presiden Joko Widodo terus mendorong Percepatan Pengembangan Sumber Energi Terbarukan dan Penekanan Emisi Gas Buang.
Di dalam rencana tersebut, adopsi kendaraan elektrifikasi termasuk model kendaraan roda empat untuk penggunaan pribadi mendapat dukungan penuh. Hal ini bahkan diperkuat dengan Aturan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023.
Wujud nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat murahnya Pajak Kendaraan Bermotor alias PKB untuk mobil mengandalkan jantung penggerak dinamo listrik dengan dukungan baterai. Bahkan insentif pajak itu tetap berlaku hingga saat ini di era Presiden Prabowo Subianto.
Keuntungan lainnya bisa dirasakan oleh warga Jakarta pengguna mobil listrik. Menjadi pusat pemerintahan sekaligus bisnis, membuat kota ini punya aturan main tersendiri untuk kendaraan elektrifikasi roda empat pribadi. Selain pungutan pajaknya rendah, moda transportasi ini dikecualikan dari aturan Ganjil Genap yang berlaku setiap hari kerja.
Tantangan Mobil Listrik
Adopsi kendaraan listrik yang dianggap mendadak dan terburu-buru, tak bisa dipungkiri membuat masalah baru. Masyarakat perlu beradaptasi Ketika mengemudi mobil listrik lantaran jenis kendaraan ini tak lagi menghasilkan bunyi, minim getaran, dan pastinya sudah dibekali teknologi otomotif terkini.
Tantangan lainnya juga berkaitan dengan komponen vital kendaraan, yakni pengecasan baterai. Populasi mobil listrik yang perlahan namun pasti meningkat, tak langsung disertai dengan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Akibatnya, masyarakat meras ragu dan cemas menggunakan moda transportasi ini, lantaran sulit mencari tempat pengisian daya baterai.
Sopir mobil listrik, ketika baru pertama kali beralih, cenderung merasa khawatir berlebih karena jarak tempuh kendaraan ini lebih terbatas jika dibandingkan versi mesin bakar. Belum lagi, pemilik mobil listrik sempat pula dibayangi dengan daya tahan kendaraannya yang belum teruji secara nyata untuk penggunaan harian di Indonesia.
Menjadi Pilihan Baru Masyarakat RI
Kini, adopsi mobil listrik di Indonesia bisa dikategorikan berjalan mulus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kendaraan roda empat pribadi dengan pelat nomor bergaris biru yang menjadi ciri khas kendaraan bebas asap itu mulai wira-wiri bukan hanya di Jakarta, tetapi di berbagai wilayah Tanah Air.

Hal ini tak lepas dari peranan merek otomotif di Indonesia, termasuk VinFast untuk menjaga kepercayaan publik bahwa mobil listrik layak menjadi pilihan. Bukan hanya menawarkan produk kendaraannya, layanan purnajual, bahkan fasilitas pengisian daya listrik alias charging station pun disiapkan sebagai bagian dari ekosistemnya.
“Filosofi ‘customer- centric’ mendorong kami untuk terus menghadirkan kebijakan relevan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi konsumen di Indonesia sepanjang perjalanan kepemilikan kendaraan VinFast,” ujar CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto.
Lebih dari itu, VinFast yang merupakan bagian dari Vingroup-konglomerasi terbesar di Vietnam yang memiliki bisnis di berbagai sektor- telah menyiapkan berbagai strategi untuk mendukung transisi energi di Indonesia. Merek otomotif ini sedang membangun pabrik di Subang, Jawa Barat, serta menjadi yang pertama menawarkan program berlangganan baterai kendaraan elektrifikasi.
Ya, program baterai berlangganan ini memberi dampak positif bagi konsumen lantaran biaya kepimilikan mobil listrik VinFast bisa lebih terjangkau. Lebih dari itu, merek otomotif Vietnam itu juga akan menanggung semua risiko terkait baterai. Jika komponen ini turun kapasitasnya di bawah 70 persen, bisa langsung diganti baru secara gratis dan tak ada batasan jarak tempuh.
Mendukung transisi energi yang dicanangkan pemerintah Indonesia, VinFast menawarkan kendaraan listrik andalannya yang meliputi VF 3, VF 5, VFe34, VF 6, dan VF 7. Kualitas produk kendaraan listrik asal Vietnam ini juga bisa dirasakan masyarakat Jabodetabek, Surabaya dan Makassar melalui armada taksi GreenSM.
