Survei Yamaha Ungkap 30 Persen Oli di Indonesia Palsu

2 Min Read
Ilustrasi penggantian oli mesin (Motodeal)

NEVBUZZ – Oli palsu diketahui masih banyak beredar di Indonesia. Keberadaannya jelas merugikan produsen maupun para pengguna sepeda motor, lantaran pelumas ini tidak bisa bekerja secara efektif untuk perlindungan mesin.

“Berdasarkan hasil survei internal kami, 30 persen dari demand semua brand oli, khususnya sepeda motor ya itu palsu. Bahkan, kami temui di salah satu area, itu tinggi sekali (peredarannya),” ucap Manager Part Operation Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Novianto Kurniawan, dikutip Jumat (19/12).

Saat berbincang dengan Pengurus Forwot (Forum Wartawan Otomotif) di Jakarta beberapa Waktu lalu, Novianto menyebut, kemasan oli palsu kini dibuat sedemikian rupa oleh para pelakunya sehingga sangat mirip dengan produk pelumas asli pabrikan.

Hal ini menjadi ancaman serius karena jelas bisa merugikan masyarakat awam pengguna sepeda motor. Sebab, pelumas palsu dipastikan tidak memiliki zat-zat aditif dan kemampuan melindungi mesin.

“Yamaha pun menerima lebih dari 55 sample pelumas yang ternyata palsu. Produk itu dites di laboratorium Yamalube dan diketahui oli-oli tersebut tidak memiliki kandungan detergen maupun aditif, hanya ada kandungan based oil,” papar Novianto.

Pelumas asli, jelas Novianto, biasanya komposisi base oil yang terdiri dari mineral ataupun full sintetis. Di produk oli semi sintetis, diperlukan campuran antara keduanya dengan tambahan aditif sebesar 10 hingga 20 persen.

“Konsumen awam mungkin pertama beli (oli palsu) motornya tetap bisa jalan. Lalu Ketika dua kali pakai oli palsu, masih bisa melumasi, tetapi jangka panjangnya oli palsu itu mengendap. Kondisi ini akan meningkatkan gesekan di dalam ruang mesin, terus fungsi sealing (perlindungannya)juga tidak ada,” ucap Novianto.

Baca Juga :  IMOS Hadir Kembali Dengan Inovasi Kendaraan Roda Dua
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *