Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Leapmotor Klaim Lebih Efisiensi

Dhoni Bima
3 Min Read
Leapmotor andalkan teknologi baterai Cell-to-Chassis

NEVBUZZ – Leapmotor berada di bawah naungan PT Indomobil National Distributor, bagian dari Indomobil Group, hadir di Indonesia dengan mengusung teknologi baterai Cell-to-Chassis.

Inovasi teknologi yang dihadirkan Leapmotor sebagai produsen kendaraan listrik global ini menjadi langkah untuk meningkatkan efisiensi dan performa kendaraan listrik.

Dengan mengembangkan arsitektur baterai Cell-to-Chassis (C2C), sebuah pendekatan integrasi baterai yang memungkinkan sel baterai menjadi bagian langsung dari struktur kendaraan. Tentunya menjadi model yang berbeda dengan sistem baterai konvensional, berupa struktur cell-to-module-to-pack. Melalui teknologi C2C menghilangkan lapisan modul baterai dan mengintegrasikan sel baterai langsung ke dalam rangka kendaraan.

Disain baterai Cell-to-Chassis

Disain ini membuat baterai tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi bagian dari struktur kendaraan itu sendiri. Dengan sistem yang terintegrasi, diklaim akan memungkinkan peningkatan efisiensi ruang baterai secara signifikan, dengan tingkat pemanfaatan ruang baterai yang dapat mencapai sekitar 91%. Selain itu, disain yang lebih terintegrasi juga membantu mengurangi jumlah komponen pada sistem baterai, sehingga mendukung struktur kendaraan yang lebih ringkas dan efisien.

Selain meningkatkan efisiensi ruang, teknologi Cell-to-Chassis juga diklaim dapat memberikan keuntungan pada aspek struktural kendaraan. Baterai yang menjadi bagian dari rangka kendaraan, tingkat kekakuan bodi kendaraan atau torsional rigidity dapat meningkat, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas berkendara serta mendukung aspek keselamatan kendaraan listrik.

Inovasi teknologi baterai ini, tengah dikembangkan oleh Leapmotor dengan menghadirkan generasi terbaru C2C 2.0, yang terintegrasi pada sistem kendaraan lebih tinggi serta didukung oleh sistem manajemen baterai cerdas untuk memantau performa dan keamanan baterai secara real-time.

Teknologi baterai ini telah diterapkan pada beberapa model kendaraan listrik Leapmotor, termasuk sedan listrik Leapmotor C01, SUV listrik Leapmotor C11, serta SUV listrik generasi terbaru Leapmotor C10, yang dikembangkan menggunakan arsitektur kendaraan listrik terintegrasi untuk menghadirkan efisiensi energi serta pengalaman berkendara yang lebih optimal.

Baca Juga :  Kia Siapkan MPV Listrik yang Dibuat di Indonesia, Meluncur Tahun Ini

Secara global, Leapmotor juga menjalin kolaborasi strategis dengan Stellantis, salah satu grup otomotif terbesar di dunia, untuk memperluas pengembangan serta distribusi kendaraan listrik Leapmotor di berbagai pasar internasional.

Seiring dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di berbagai negara, inovasi teknologi baterai seperti Cell-to-Chassis menjadi salah satu arah penting dalam evolusi desain kendaraan listrik.

Pengembangan berbagai inovasi teknologi yang dilakukan Leapmotor, menjadi bukti akan komitmennya dalam menghadirkan kendaraan listrik yang lebih efisien, stabil, dan berteknologi tinggi untuk masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *