NEVBUZZ – Wuling Mitra EV melengkapi lini priduk yang ditawarkan kepada konsumen di Indonesia. Kendaraan niaga elektrifikasi itu pun bisa ‘disulap' sesuai dengan berbagai fungsi dan kebutuhan, termasuk untuk ambulans maupun mobil jenazah.
Penggunaan mobil niaga listrik Mitra EV sebagai ambulans dan mobil jenazah dicontohkan langsung oleh Wuling Motors. Perusahaan mobil China di Indonesia itu mengumumkan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) dua unit kendaraan elektrifikasinya kepada Yayasan Kitabisa dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian mengatakan, pihaknya ingin turut berkontribusi dalam menghadirkan mobilitas yang bermanfaat bagi masyarakat. Penyerahan Mitra EV Minibus kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Kitabisa diharapkan dapat mendukung layanan serta kegiatan sosial yang dijalankan.
“Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen Wuling dalam menghadirkan inovasi kendaraan listrik yang tidak hanya relevan untuk kebutuhan bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (13/3).
Terkait hal ini, Kepala PK3D Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dr. Sulung Mulia Putra menyampaikan terima kasih kepada Wuling Motors atas dukungannya melalui penyerahan kendaraan Mitra EV Minibus ini. Nantinya mobil listrik itu akan dimanfaatkan sebagai ambulans sebagai kendaraan operasional layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami berharap kehadiran kendaraan ini dapat membantu meningkatkan kesiapan layanan darurat sekaligus memperkuat fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kita Bisa, Alfatih Timur turut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, inisiatif dengan jenama ‘Pulang’ Kitabisa akan menggunakan mobil jenazah elektrik ini untuk mengantarkan berpulangnya jenazah dari kalangan kurang mampu dan juga jenazah tunawisma.
“Inisiatif ‘Pulang’ adalah bagian dari ekosistem Kitabisa untuk memberikan penghormatan terbaik bagi warga membutuhkan saat mangkat (meninggal dunia),” ujarnya.