Alasan Dealer Mobil Masih Dibutuhkan, Walau Informasi Mudah Diperoleh

Dhoni Bima
4 Min Read
Dealer Suzuki hadirkan keuntungan bagi para konsumen

NEVBUZZ – Perkembangan teknologi membuat berbagai informasi telah mudah diperoleh berkat dukungan internet, begitu pula segala urusan membeli mobil baru sekarang sudah bisa dilakukan secara online, mulai dari riset hingga transaksi pembayaran. Walau demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan dealer masih memiliki peran besar dalam mendukung penjualan mobil.

Pada dasarnya banyak faktor yang membuat dealer mobil atau kendaraan roda dua masih memiliki peran tersendiri bagi banyak kalangan. Untuk memastikan, berikut penjabaran tentang alasan dealer mobil masih memiliki nilai bagi calon pembelinya.

Dealer Mobil masih dibutuhkan 

Di tengah kemudahan yang ditawarkan dalam bertransaksi pembelian mobil baru, tetapi bukan untuk semua orang. Terlebih masih banyak yang belum percaya melakukan transaksi pembelian ratusan juta di internet, lalu ada juga orang-orang yang tidak yakin membeli bila tak pernah lihat langsung wujud mobilnya. Di titik inilah fungsi dealer masih diperlukan. Dealer tetap menjadi tempat konsumen memastikan pilihan, berkonsultasi soal kebutuhan dan skema pembiayaan, hingga memahami layanan purnajual.

Selain itu, terdapat hal penting yang sebenarnya wajib dilakukan sebelum meminang mobil baru, yaitu test drive. Foto dan video tak akan bisa menggantikan pengalaman duduk di balik kemudi. Warna bodi juga bisa terlihat berbeda di layar, sementara impresi kenyamanan posisi duduk, visibilitas, dan jangkauan tombol hanya bisa dinilai setelah disentuh langsung.

Dengan merasakan test drive yang disediakan oleh dealer mobil, maka dipastikan karakter berkendara dapat dirasakan langsung. Termasuk merasakan akselerasi, tingkat kebisingan, pengereman, kendali setir, hingga bantingan suspensi baru bakal terasa saat test drive. Peran dealer juga tidak berhenti setelah serah terima kendaraan. Perawatan berkala dan perbaikan tetap membutuhkan bengkel fisik, lengkap dengan teknisi tersertifikasi, peralatan diagnostik, dan pasokan suku cadang.

Baca Juga :  SUV Suzuki Jadi Pilihan Berkendara Dalam Cuaca Ekstrim

Lokasi bengkel dealer yang dekat juga menghemat waktu pemilik kendaraan

Di sisi lain, layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang kerap disorot konsumen saat menimbang membeli mobil baru. Hal ini bukan cuma soal layanan tapi jadi salah satu parameter kepercayaan publik pada suatu merek. Digitalisasi bukan lawan, tetapi jadi kawan karena bisa melengkapi peran dealer. Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya, punya fitur yang menghubungkan langsung pelanggan dengan jaringan dealernya lewat aplikasi MySuzuki.

“Melalui aplikasi ini, pelanggan bisa memesan jadwal servis, memantau status kendaraan, menerima pengingat servis otomatis, mencari dealer terdekat, membeli suku cadang resmi, hingga mengumpulkan poin yang bisa ditukar potongan harga servis. Namun, pengerjaan kendaraan tetap berlangsung di bengkel resmi,” ujar Donny Saputra, Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales.

Tidak dapat dipungkiri, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah dealer mobil di Indonesia berhenti beroperasi, sebagian beralih melayani merek baru. Gaikindo menilai fenomena ini sebagai buah persaingan yang kian ketat. Menurut Gaikindo, merek dituntut mampu bersaing dari sisi harga, model, desain, fitur, hingga layanan purnajual. Artinya, dealer yang tak mengikuti perubahan perilaku konsumen berisiko tertinggal, bahkan terpaksa tutup.

Sejumlah dealer kini mulai merancang showroom sebagai ruang pengalaman, dengan area tunggu yang nyaman, ruang konsultasi, kafe, hingga menawarkan layanan digitalisasi yang relevan.  Pada akhirnya, dealer tetap dibutuhkan bukan karena konsumen kekurangan informasi, melainkan karena keputusan membeli mobil butuh keyakinan, pengalaman langsung, dan jaminan layanan setelahnya.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *