NEVBUZZ – BYD memiliki lini produk mobil listrik beragam di Indonesia. Namun, tak semua kendaraan yang ditawarkan bisa diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumennya di sini.
Menelisik penjualan mobil listrik BYD di Indonesia, bisa diketahui bahwa model Atto 3 Superior Extended Range tak cukup sukses. Hal ini bisa diketahui dari data penjualan yang diunggah melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia.
Berdasarkan data wholesales (dari pabrik ke diler) Gaikindo, penjualan BYD Atto 3 varian tertinggi itu hanya tercatat 1 unit di Maret 2026. Sementara tipe standarnya laku sebanyak 546 unit dari Januari hingga Mei tahun ini.
Dari sumber data yang sama, diketahui PT BYD Motor Indonesia mengimpor produk Atto 3 Advanced Standard Range sebanyak 358 unit dari Januari hingga Mei 2026. Sedangkan tipe mobil listrik Atto 3 Superior Extended Range nihil alias tidak ada pengiriman unit dari China ke Indonesia.
Selain itu, menilik laman resmi BYD Indonesia, pabrikan mobil China itu hanya menampilkan harga Atto 3 Advanced Standard Range. Banderol crossover elektrifikasi yang ditampilkan, yakni Rp415 juta berstatus on the road Jakarta.

BYD Atto 3 pada awal peluncurannya memang ditawarkan dengan dua varian, yakni Advanced Standard Range dan Superior Extended Range. Fokus perbedaan dari kedua model ini ada di jantung penggerak dan performa yang ditawarkan bagi para penggunanya.
Model standar BYD Atto 3 hanya bisa melaju dari 0-100 km/jam dalam 7,9 detik, sedangkan versi tertingginya bisa melesat lebih cepat yakni hanya butuh 7,3 detik. Selain itu, jarak tempuh varian standar hanya bisa menempuh 410 km, sedangkan tipe tertinggi bisa 480 km.
Sebagai informasi tambahan, sejak IIMS 2026 lalu hanya tersedia BYD ATTO 3 Advanced Plus untuk pasar Indonesia. Mobil listrik ini diklaim oleh produsen otomotif China itu, bisa memberikan fleksibilitas untuk mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak menengah.