FORLAND Resmi Hadirkan Kendaraan Listrik Komersial di Indonesia

Dhoni Bima
9 Min Read
Forland U9 berkapasitas baterai 66,67 kWh berjarak tempuh hingga 350 kilometer

NEVBUZZ – Industri transportasi dan logistik Indonesia memasuki babak baru menuju mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan. PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS), bagian dari MAS Group, resmi menghadirkan merek kendaraan niaga atau komersial listrik global FORLAND di Indonesia.

Kehadiran ini membawa solusi kendaraan komersial listrik yang dirancang untuk menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi energi, serta mendukung produktivitas berbagai sektor industri.

Di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang, logistik, konstruksi, dan perdagangan digital, kendaraan komersial listrik dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi transportasi masa depan. Penggunaan kendaraan listrik tidak hanya mendukung pengurangan emisi, tetapi juga membuka peluang efisiensi biaya energi dan pemeliharaan armada dalam jangka panjang.

Saat penetrasi kendaraan listrik penumpang telah mencapai sekitar 20 persen, adopsi kendaraan niaga listrik di Indonesia masih berada di bawah 1 persen. Kondisi tersebut menjadi peluang strategis bagi FORLAND untuk memperkenalkan teknologi kendaraan komersial listrik yang sesuai dengan kebutuhan operasional industri nasional.

Potensi pasar ini semakin menjanjikan seiring nilai industri logistik Indonesia yang mencapai Rp5.800 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 10–12 persen per tahun. Sementara itu, sektor logistik e-commerce diproyeksikan menembus USD 5,7 miliar pada 2026.

Kendaraan Komersial Listrik, Solusi Efisiensi Biaya Operasional Industri

Kebutuhan industri terhadap kendaraan angkut yang hemat energi, produktif, dan memiliki biaya operasional kompetitif semakin meningkat. Dalam kondisi tersebut, kendaraan komersial listrik menawarkan alternatif bagi pelaku usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar konvensional, kendaraan listrik menggunakan energi baterai sebagai sumber penggerak. Teknologi ini berpotensi memberikan efisiensi biaya energi, mengurangi kebutuhan perawatan komponen mesin konvensional, serta mendukung operasional armada yang lebih ramah lingkungan.

Bagi perusahaan logistik, distribusi, perdagangan, hingga konstruksi perkotaan, efisiensi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing bisnis.

“Jika kendaraan listrik penumpang sudah mencapai 20 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen. Ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal. FORLAND hadir mengusung semangat ‘THE UNSEEN GIANT' — menghadirkan kapabilitas global yang kini siap melayani dan mendukung pertumbuhan dunia usaha di Indonesia,” tutur Jin Hong Lin (Darwin), Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera (APM FORLAND Indonesia).

Baca Juga :  Pameran Khusus Kendaraan Listrik PEVS 2026 Siap Digelar di Jakarta

FORLAND Hadirkan Beragam Kendaraan Niaga Listrik untuk Kebutuhan Industri

Mengusung pengalaman manufaktur kendaraan komersial global, FORLAND memiliki kapasitas produksi hingga 7 juta unit dan jangkauan pasar di lebih dari 50 negara.

Di Indonesia, FORLAND memperkenalkan lini kendaraan 100 persen listrik dengan pendekatan application-driven, yaitu pengembangan kendaraan berdasarkan kebutuhan operasional dan karakteristik bisnis pelanggan.

Produk yang diperkenalkan mencakup beberapa kategori berikut:

1. FORLAND ET5 – Kendaraan Listrik untuk Distribusi dan Logistik

Platform ET5 hadir dalam berbagai pilihan aplikasi, mulai dari Pick Up, Box, Box Aluminium, Cold Chain, hingga Angkutan Kota. Fleksibilitas ini menjadikan ET5 sebagai pilihan kendaraan komersial listrik untuk kebutuhan distribusi barang, pengiriman jarak dekat, transportasi perkotaan, dan rantai dingin.

2. FORLAND EL5e – Kendaraan Listrik untuk Konstruksi dan Industri

Untuk mendukung sektor konstruksi dan pekerjaan industri, FORLAND menghadirkan platform EL5e dengan pilihan Electric Dump Truck dan Arm Roll Truck. Kendaraan ini ditujukan untuk mendukung aktivitas pengangkutan material, pengelolaan limbah, serta kebutuhan operasional di kawasan perkotaan dan industri.

3. FORLAND U7 dan U9 – Blind Van Listrik untuk Logistik Modern

Kategori Blind Van U7 dan U9 dirancang untuk mendukung kebutuhan pengiriman barang harian, distribusi perkotaan, serta operasional logistik last-mile delivery. Kehadiran kendaraan van listrik ini memberikan alternatif bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi armada distribusinya.

Melalui variasi produk tersebut, FORLAND tidak hanya menawarkan kendaraan listrik, tetapi juga solusi transportasi komersial yang dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap sektor usaha.

Efisiensi Energi dan Biaya Operasional Jadi Keunggulan Kendaraan Listrik

Salah satu pertimbangan utama perusahaan dalam memilih kendaraan komersial adalah total biaya kepemilikan atau Total Cost of Ownership (TCO). Faktor ini mencakup biaya energi, perawatan, suku cadang, hingga produktivitas kendaraan selama masa penggunaan.

Baca Juga :  Citroën Ë-C3 Resmi Jadi Kendaraan Operational PT Express

Kendaraan komersial listrik menawarkan potensi penghematan melalui penggunaan energi listrik yang lebih efisien dibandingkan mesin pembakaran internal. Selain itu, karakteristik sistem penggerak listrik yang memiliki lebih sedikit komponen bergerak dapat membantu mengurangi kebutuhan perawatan rutin pada sejumlah komponen kendaraan.

Dengan perencanaan infrastruktur pengisian daya yang tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan jadwal operasional armada sekaligus mengelola pengeluaran energi secara lebih terukur.

Bagi industri logistik dan distribusi, penggunaan kendaraan listrik juga menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis menuju operasional yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.

CEO FORLAND International, Mr. Dong YongSheng, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar paling potensial untuk pengembangan kendaraan komersial listrik di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara. Pengalaman manufaktur global FORLAND selama dekade terakhir menjadi fondasi utama kami, dan kolaborasi strategis dengan TUS adalah langkah nyata untuk mendukung transformasi mobilitas listrik komersial yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia,” ungkap Mr. Dong YongSheng, CEO FORLAND International.

Jaminan Purnajual dan Ketersediaan Suku Cadang untuk Mendukung Industri

Selain efisiensi energi dan performa kendaraan, keandalan layanan purnajual menjadi faktor penting dalam keputusan investasi kendaraan komersial. Bagi pengelola armada, kendaraan yang tidak dapat beroperasi akibat kendala teknis berpotensi mengganggu distribusi dan produktivitas bisnis.

Memahami kebutuhan tersebut, PT Tangguh Utama Sejahtera mengandalkan pengalaman serta jaringan MAS Group selama lebih dari 25 tahun di industri otomotif nasional.

Dukungan ini diarahkan untuk memastikan kesiapan layanan teknis, perawatan kendaraan, serta ketersediaan suku cadang secara berkesinambungan. Dengan demikian, pelanggan tidak hanya mendapatkan produk kendaraan komersial listrik, tetapi juga dukungan layanan untuk menjaga keberlangsungan operasional armada.

Baca Juga :  Pabrik Mobil China Butuh 53 Detik untuk Lahirkan Kendaraan Listrik

FORLAND Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

Untuk memperkuat adopsi kendaraan komersial listrik di Indonesia, TUS juga mengembangkan ekosistem energi terintegrasi melalui sejumlah kemitraan strategis.

Kolaborasi tersebut meliputi:

StarCharge: Penyediaan solusi infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik atau charging station.

CRRC: Dukungan teknologi Battery Energy Storage System (BESS) untuk penyimpanan energi.

Solar Energy: Integrasi energi surya sebagai bagian dari pengembangan solusi energi terbarukan.

Integrasi kendaraan listrik dengan infrastruktur pengisian daya, penyimpanan energi, dan energi terbarukan diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih menyeluruh bagi perusahaan dalam melakukan transisi menuju operasional industri rendah emisi.

“Kami memahami bahwa keberhasilan kendaraan komersial bukan hanya tentang produk dan harga, tetapi juga keandalan, ketersediaan suku cadang, dan layanan purnajual. Melalui jaringan MAS Group, kami memastikan bahwa ketika pelanggan memilih FORLAND, mereka mendapatkan ekosistem mobilitas listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan.” ujar Jin Hong Lin (Darwin), Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera.

Kendaraan Komersial Listrik Jadi Masa Depan Industri dan Logistik Indonesia

Kehadiran FORLAND di Indonesia menjadi langkah penting dalam memperluas pilihan kendaraan komersial listrik bagi pelaku industri, logistik, konstruksi, dan sektor usaha lainnya.

Dengan pilihan kendaraan listrik ET5, EL5e, U7, dan U9, FORLAND menawarkan solusi yang dirancang untuk berbagai kebutuhan operasional. Dukungan jaringan purnajual MAS Group serta ekosistem energi bersama mitra strategis juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan pasar terhadap kendaraan niaga listrik.

Di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi biaya operasional dan transformasi industri, kendaraan komersial listrik berpotensi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan daya saing bisnis Indonesia.

Melalui kehadiran FORLAND, PT Tangguh Utama Sejahtera optimistis dapat berkontribusi dalam mempercepat elektrifikasi kendaraan niaga sekaligus mendukung perkembangan industri dan logistik nasional menuju masa depan yang lebih hemat energi, efisien, dan berkelanjutan.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *