Industri Komponen Otomotif Bisa Bertahan 20 Tahun Lagi

2 Min Read
Ilustrasi komponen kendaraan di ajang Automechanika Jakarta 2026 (NEVBUZZ/ Pius Mali)

NEVBUZZ – Indonesia mulai dijejali beragam merek dan model mobil listrik. Hal ini ternyata belum membuat resah produsen komponen atau sukucadang di dalam negeri.

Berbeda dengan mobil bermesin bakar (bensin maupun diesel), kendaraan listrik memang memiliki komponen yang berbeda. Bahkan, beberapa jenis sukucadang tak lagi terlihat pada moda transportasi bebas emisi tersebut.

Namun demikian, Chairman of GIAMM dan President Director of PT Astra Otoparts Tbk, Yusak Kristian Solaeman meyakini, industri komponen mobil masih bisa bertahan meski kini kendaraan elektrifikasi banyak berseliweran di jalan.

“Benar memang komponen kendaraan listrik lebih sedikit. Beberapa parts, komponen, tetap akan tetap akan digunakan, baik di mobil ICE (Internal Combustion Engine) maupun EV (Electric Vehicle),” ujarnya di Jakarta beberapa Waktu lalu, dikutip NEVBUZZ, Senin (28/9).

Untuk mobil listrik, lanjut Yusak, pihaknya melihat penetrasinya masih butuh Waktu dan tidak akan secepat itu. Kemudian, hadirnya kendaraan hybrid menjadi angin segar bagi industri komponen di Indonesia.

“Saat ini, ada mobil yang hybrid atau plug-in hybrid. Jenis itu komponennya masih banyak sekali yang sama dengan kendaraan ICE (Internal Combustion Engine/ Mesin Bakar),” paparnya.

Lebih lanjut, Yusak menyebut, industri komponen otomotif juga bisa bertahan dengan adanya replacement market atau penggantian sukucadang dari mobil-mobil yang ada di Indonesia. Segmen pasar ini, diprediksi masih penopang Utama terkait permintaan produk dalam waktu panjang.

“Karena di replacement market itu unit in operation atau yang beroperasi, akan tertahan mungkin sampai dua dekade (20 Tahun) lagi ke depan,” kata Yusak.

Baca Juga :  Art N' Speed Bengkel Motor Matik Ramah Anak dan Keluarga
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *