NEVBUZZ – Mobil BYD merasakan dampak dari perseteruan Amerika Serikat dan China. Bahkan merek otomotif roda empat ini dilarang masuk pangkalan militer AS di Jepang.
Ya, laporan dari kantor berita Korea Yonhap menyebut bahwa mulai Senin, 27 Oktober 2026 mobil BYD tidak akan diizinkan masuk ke Pangkalan Udara Kadena di Okinawa, Jepang. Ini merupakan sebuah pulau sekitar 1.000 mil barat daya Tokyo, yang dipakai sebagai pangkalan militer Amerika Serikat.
Letnan Kolonel Alli Stormer dari pangkalan AS di Kadena menyebut, larangan ini menyusul laporan menunjukkan kekhawatiran bahwa kamera dan sensor yang terpasang pada mobil, truk, dan SUV BYD modern dapat menangkap informasi militer sensitif dari pangkalan tersebut.
“Kendaraan-kendaraan ini menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima dan tidak dapat diatasi bagi personel kami dan misi kami,” ujarnya menurut Reuters yang ditulis ulang Carscoops, Rabu (28/10).
Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat melarang penjualan mobil China karena tarif tinggi dan pembatasan perangkat lunak. Bahkan, BYD termasuk dalam daftar perusahaan yang menurut Pentagon mendukung militer Tiongkok.
Dokumen yang diperbarui, yang dirilis Juni lalu, juga mencantumkan merek otomotif China lainnya. Ini termasuk Nio yang merupakan produk raksasa e-commerce Alibaba, serta perusahaan teknologi Baidu sebagai kolaborator yang dicurigai.