NEVBUZZ – Pasar otomotif Indonesia menjadi magnet bagi pabrikan kendaraan China untuk memasarkan produknya. Paling baru, merek Beijing Automobile Works (BAW) mulai membangun komunikasi yang lebih dekat dengan konsumen di Tanah Air.
Ya, Beijing Automobile Works didirikan pada 1951 dan pada awal perjalanannya berfokus pada pengembangan kendaraan off-road. Kemudian, pada 1958 merek mobil China berhasil mengembangkan model sedan bernama “Jinggangshan”.
Puluhan tahun bertahan di sektor otomotif, portofolio BAW mencakup kendaraan off-road, MPV, city car, kendaraan komersial berbasis penggerak konvensional maupun energi terbarukan (NEV/ New Energy Vehicle), hingga kendaraan khusus. Menariknya, merek mobil China melirik pasar Indonesia.
BAW menandai kehadiran di Indonesia melalui ajang GIIAS 2026. Merek mobil China itu membawa lima model yang mewakili karakter dan kebutuhan mobilitas yang berbeda, yaitu T01, X03, M8, D5, dan T10 Pro.
“Dari kendaraan off-road hingga berbagai kendaraan dengan teknologi energi baru, kami terus berkembang seiring perubahan kebutuhan mobilitas. Indonesia menjadi bagian penting dari perjalanan berikutnya bagi BAW,” ujar Presiden Direktur PT BAW Automobile Trading Indonesia, Tocy Tang dalam siaran pers, dikutip Selasa (22/9).
Kehadiran lima model tersebut juga menjadi bagian dari langkah awal BAW dalam membangun identitasnya di pasar Indonesia. Respons masyarakat selama GIIAS 2026, yang menghasilkan 1.400 calon konsumen, menjadi sinyal awal bahwa masyarakat terbuka pada pilihan merek dan inovasi baru di pasar otomotif nasional.
BAW Siap Penuhi TKDN 40 Persen
Menjadi pendatang baru di industri nasional, PT BAW ternyata siap mendukung target lokalisasi sektor otomotif pemerintah Indonesia. Dalam hal ini, termasuk tujuan mencapai Persyaratan Konten Lokal alias TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri/TKDN) minimal 40 persen.
Melalui kemitraannya dengan PT Handal Indonesia Motor, BAW Indonesia akan mulai membangun proses manufaktur dan kemampuan produksi yang dibutuhkan untuk kendaraan rakitan lokal. Tahap awal akan berfokus pada mobil listrik baterai (BEV) di segmen MPV dan city car, dipilih untuk memenuhi kebutuhan mobilitas konsumen Indonesia yang terus berkembang.
“Kami berkomitmen mendukung kebijakan lokalisasi pemerintah Indonesia dan bekerja secara konsisten untuk mencapai setidaknya 40% TKDN melalui produksi lokal, pengembangan rantai pasok, dan kerja sama dengan mitra Indonesia,” ucap Tocy Tang dalam siaran pers pada Agustus 2026.
Adapun kapasitas produksi yang tersedia di PT Handal Indonesia Motor sekitar untuk 15.000 unit setiap tahun. Sehingga, BAW bisa fleksibilitas untuk memenuhi permintaan domestik dan mendukung inisiatif pengembangan produk di masa depan.