NEVBUZZ – Produsen otomotif mulai menerapkan strategi pengurangan karyawan. Hal ini salah satunya sudah dilakukan oleh produsen mobil ternama, General Motors alias GM.
Perusahaan secara mengumumkan PHK kepada sekitar 600 karyawannya dibadang Teknologi Informasi (IT). Pengurangan jumlah pekerja dilakukan terkait restrukturisasi operasi IT.
Melansir dari Carscoops, para pekerja mulai menerima pemberitahuan tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tersebut pada awal minggu ini. Adapun keputusan ini berlaku pada pabrik GM yang berlokasi di Amerika Serikat.
PHK para pekerja IT di pabrik Austin, Texas, dan Warren, Michigan. Selain itu, pabrikan otomotif AS ini juga diketahui menghilangkan beberapa peran SDM di kantor-kantor perwakilannya di pasar otomotif global.
Sementara itu, laporan Bloomberg menyebut bahwa General Motors merombak sistem operasional kerja tim IT. Perusahaan otomotif ini bakal lebih mengandalkan AI (Artificial Intelligence), bahkan melengkapi kendaraanya dengan sistem komputasi lebih canggih.
“Sebagai bagian dari pekerjaan itu, kami telah membuat keputusan sulit untuk menghilangkan peran tertentu secara global. Kami berterima kasih atas kontribusi karyawan yang terpengaruh dan berkomitmen untuk mendukung mereka melalui transisi ini,” tulis keterangan resmi perusahaan.
Pengurangan jumlah karyawan terkait dengan adopsi teknologi baru, kemungkinan terus dilakukan oleh produsen otomotif General Motors. CEO GM, Mary Barra, sempat mengungkap bahwa hampir 90 persen kode yang digunakan oleh teknologi pengemudian otonom perusahaan dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI).
Menariknya, GM diketahui masih merekrut di bidang IT. Ada 78 posisi terbuka yang tercantum di laman kariernya dalam website resminya, meliputi peran di bidang kecerdasan buatan, olahraga motor, dan kendaraan otonom.