Pertamina Geothermal Energy Kamojang Dukung Transisi Energi

Dhoni Bima
3 Min Read
PT Pertamina Geotherimal Energy Kamojang dukung suplai listrik Jawa Madura Bali

NEVBUZZ – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE, berperan dalam memenuhi kebutuhan listrik seiring berkembangnya ekosistem kendaraan elektrifikasi.

Pertamina Geothermal Energy yang beroperasional di area Kamojang, kabupaten Bandung – Jawa Barat merupakan lapangan panas bumi berkapasitas terpasang 235 megawatt (MW).

Dengan kapasitas tersebut, PGE menjadi pemasok listrik ke sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Pertamina Geothermal Energy Kamojang suplai kebutuhan listrik

Berada Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Kamojang merupakan salah satu wilayah kerja panas bumi paling bersejarah di Indonesia yang telah dimulai hampir satu abad lalu.

Dengan luas wilayah kerja mencapai sekitar 45.380 hektar, yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Dari total area tersebut, lahan yang digunakan untuk fasilitas operasional hanya sekitar 110 hektare atau sekitar 0,2% dari keseluruhan wilayah kerja.

Muhammad Taufik, Corporate Secretary PT Pertamina Geotherimal Energy Tbk (PGEO), menjelaskan bahwa listrik yang dihasilkan dari Kamojang menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan energi di jaringan Jawa Madura Bali (Jamali) sebagai sistem kelistrikan terbesar di Indonesia.

“Selain menghasilkan energi bersih, operasional lapangan ini juga memiliki potensi pengurangan emisi hingga 1,22 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) per tahun. Energi yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 260 ribu rumah tangga,” ujar Muhammad Taufik.

PGE Kamojang saat ini memiliki 98 sumur yang tersebar dalam 38 klaster. Dari jumlah tersebut, 64 sumur berfungsi sebagai sumur produksi, sembilan sumur injeksi, 16 sumur monitoring, dan sembilan sumur yang sudah tidak digunakan.

Sumber panas bumi yang dihasilkan tersalurkan melalui enam jalur pipa dengan total panjang sekitar 27 kilometer terhubung dengan unit pembangkit. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung dalam menjaga keandalan pasokan energi dari lapangan Kamojang.

Baca Juga :  Toyota GR Car Meet 2026, Refleksi ParKit Senayan Era 90an

Selain fokus pada produksi energi, Pertamina Geothermal Energy juga memastikan aspek keselamatan kerja dan lingkungan dengan mencatat nol fatalitas dan nol kehilangan waktu kerja akibat kecelakaan atau lost time injury.

Dalam laporan PGE juga telah berhasil menghindari emisi sebesar 534.608 ton CO2e sepanjang tahun berjalan.

Dengan demikian, PGE membuktikan panas bumi tidak hanya berperan sebagai sumber listrik rendah emisi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi ketahanan energi dan agenda dekarbonisasi Indonesia.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *