TMS EasyGo 2.0, Solusi Proses Operasional Logistik Berbasis Teknologi AI

Dhoni Bima
6 Min Read
TMS EasyGO 2.0, Platform manajemen transportasi terintegrasi End-to-End berbasis teknologi AI

NEVBUZZ – EasyGo Indonesia, perusahaan penyedia solusi Transportation Management System (TMS), telah resmi meluncurkan TMS EasyGo 2.0. Platform solusi yang menyatukan seluruh proses operasional logistik.

Sebagai generasi terbaru, platform manajemen transportasi yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh alur operasional transportasi dan -time, dan didukung teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

TMS EasyGO berbasis teknologi AI

Dalam peluncuran yang mengusung tema “Connected Transport & Logistics – Now Evolved” sebagai bentuk komitmen EasyGo untuk menghadirkan teknologi yang semakin terhubung, mudah digunakan, serta relevan dengan kebutuhan industri transportasi dan logistik yang terus berkembang.

TMS EasyGo 2.0 hadir dengan membawa tiga fondasi utama, yaitu One Platform, End-to-End Visibility, dan AI-Powered.

TMS EasyGO 2.0
TMS EasyGO 2.0, solusi menyatukan seluruh proses operasional logistik

Peluncuran ini menjawab tantangan yang selama ini masih dihadapi industri logistik Indonesia. Dalam praktiknya, banyak operasional perusahaan masih bergantung pada sejumlah sistem yang berjalan secara terpisah dan tidak saling terhubung, mulai dari pelacakan GPS, pencatatan order melalui telepon, WhatsApp, atau spreadsheet, pengelolaan vendor, hingga perawatan armada yang baru dilakukan setelah kendaraan mengalami kendala.

Aplikasi dukung efisiensi operasional 

Berdasarkan data internal EasyGo dari lebih dari 1.000 klien aktif, biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar 35-45 persen dari total biaya operasional logistik.

Di sisi lain, rata-rata tingkat pemenuhan Service Level Agreement atau SLA pengiriman masih berada di angka 85 persen, sementara target industri mencapai 95 persen. Perencanaan rute secara manual juga masih dapat memerlukan waktu hingga dua sampai tiga jam setiap harinya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan industri bukan semata-mata disebabkan oleh kekurangan armada atau sumber daya manusia, tetapi juga oleh sistem operasional yang terfragmentasi. Data yang tersebar membuat koordinasi menjadi lebih panjang, respons terhadap masalah lebih lambat, dan manajemen sulit memperoleh gambaran operasional secara menyeluruh.

Baca Juga :  Massiv Thunder EV, Aki Baru Khusus untuk Mobil Listrik di Indonesia

Evolusi TMS EasyGo Menuju TMS EasyGo 2.0

TMS EasyGo 2.0 bukanlah platform yang dibangun dari awal tanpa fondasi sebelumnya. Sebelum versi terbaru ini diluncurkan, EasyGo telah menghadirkan TMS EasyGo sebagai sistem untuk membantu perusahaan mengelola armada, order, pengiriman, dan berbagai aktivitas operasional transportasi.

Melalui TMS EasyGo 2.0, platform tersebut dikembangkan menjadi sistem yang lebih terintegrasi dengan pembaruan pada tampilan antarmuka atau User Interface (UI) dan pengalaman pengguna atau User Experience (UX). Navigasi dibuat lebih intuitif, informasi penting disajikan lebih ringkas, dan berbagai aktivitas operasional dapat dipantau dengan lebih mudah melalui dashboard yang saling terhubung.

Selain pembaruan UI dan UX, TMS EasyGo 2.0 juga menghadirkan penguatan serta penambahan sejumlah modul yang dirancang lebih khusus untuk menjawab kebutuhan operasional transportasi dan logistik. Pengembangan tersebut mencakup pengelolaan perawatan armada, optimasi rute, monitoring berbasis AI, pengelolaan armada mitra, keamanan muatan, pusat kontrol operasional, hingga otomatisasi proses penyelesaian pengiriman dan penagihan.

Dengan pendekatan ini, pelanggan yang telah mengenal TMS EasyGo tetap dapat menggunakan fondasi sistem yang sudah familiar, namun dengan alur kerja yang lebih lengkap, tampilan yang lebih mudah digunakan, dan kemampuan yang dapat dikembangkan sesuai pertumbuhan bisnis.

Muhammad Andrian, Project Manager IT PT EasyGo Indonesia menjelaskan bahwa TMS EasyGo 2.0 telah berevolusi dari platform yang sebelumnya telah digunakan oleh pelanggan. “Pembaruan bukan hanya pada tampilannya, tetapi juga menyempurnakan pengalaman pengguna dan menambahkan modul-modul yang lebih relevan dengan kebutuhan operasional transportasi saat ini,” ujar Muhammad Andrian.

Lebih lanjut, diungkapkan dengan pembaharuan bertujuan membantu tim operasional bekerja lebih mudah, memberikan informasi yang lebih jelas kepada manajemen, dan memastikan setiap keputusan dapat diambil berdasarkan data yang terhubung secara real-time.

Baca Juga :  DOJO Class, Daihatsu Cetak SDM Siap Industri di Blitar

Delapan Tahap, Satu Sistem, Tanpa Celah Operasional

TMS EasyGo 2.0 dirancang mengikuti alur kerja “8 Tahap, 0 Celah”, yang menghubungkan seluruh proses mulai dari Fleet Management, Order Entry, Planning Order, Assign Order, Loading, In Journey, Proof of Delivery, hingga Invoicing.

Seluruh proses tersebut berjalan dalam satu alur yang sama dan dapat dipantau secara real-time melalui Transportation Management Centre atau TMC, pusat kendali operasional milik EasyGo.

Melalui TMC, perusahaan dapat memantau posisi armada, status perjalanan, ketepatan waktu pengiriman, kondisi perawatan kendaraan, peringatan pelanggaran, anomali operasional, hingga indikator kinerja utama melalui satu dashboard terpusat.

Seluruh sistem ini tidak hanya membantu perusahaan mengetahui di mana kendaraan berada, tetapi juga memberikan gambaran mengenai apa yang sedang terjadi dalam keseluruhan proses operasional.

Modul Unggulan TMS EasyGo 2.0

Platform ini menghadirkan berbagai fitur unggulan, terdiri dari Fleet Management dan Maintenance Control Advanced, Route Planner, Live Tracking dan AI-Powered Monitoring, Easy Connect, Smart Seal dan Digital Cargo Protection dan E-POD dan Invoicing.

Dalam peluncuran TMS EasyGo 2.0 turut dihadiri oleh sejumlah pelanggan yang telah menggunakan platform EasyGo dalam kegiatan operasional mereka.

Di antaranya adalah GoTrans Logistik dan Parani Arta Mandiri, yang membagikan pengalaman langsung mengenai penggunaan teknologi dalam membantu pengelolaan armada, pemantauan perjalanan, serta koordinasi operasional perusahaan.

Tahyan Tatah sebagai Manager TMC PT. EasyGo Indonesia, memastikan seluruh pengembangan produk tidak berhenti ketika sebuah fitur selesai dibuat. “Kami perlu memastikan bahwa teknologi tersebut benar-benar dapat digunakan oleh tim di lapangan dan memberikan manfaat bagi operasional pelanggan. Masukan dari pelanggan menjadi bagian penting dalam evolusi TMS EasyGo 2.0,” ujarnya.

TMS EasyGo telah menyematkan berbagai fitur berbasis teknologi AI, termasuk Fleet Management dan Maintenance Control Advanced, Route Planner, Live Tracking dan AI-Powered Monitoring, Easy Connect, Smart Seal dan Digital Cargo Protection, hingga E-POD dan Invoicing.

Baca Juga :  Tips Merawat Aki Mobil Hybrid Toyota
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *