NEVBUZZ – Mobil Xpeng X9 menjadi sorotan di China. Hal tersebut lantaran fitur keselamatan standarnya, yakni kantung Udara alias airbag tidak mengembang meskipun kendaraan mengalami benturan dan berakhir dengan kondisi remuk.
Laporan Jiemian News yang ditulis ulang Carnewschina menyebut, Liu yang merupakan pemilik MPV (Multi Purpose Vehicle) Xpeng X9 menceritakan kronologi kecelakaannya. Anehnya, airbag yang merupakan fitur keselamatan pada mobil tersebut tidak bekerja.
Liu menceritakan, kecelakaan terjadi pada 15 Oktober 2026. Mobilnya menabrak trotoar dan kehilangan kendali. Kemudian mobil MPV bongsor itu menghantam pohon serta tiang listrik di pinggir jalan, lalu terbalik.
“Kami beruntung tidak ada yang terluka, tetapi airbag mobil Xpeng X9 tidak mengembang bahkan dalam situasi ini. Itu sama sekali tidak meyakinkan,” ucap Liu, dikutip Minggu (1/11).
Pengemudi menyebut, dirinya mempertanyakan alasan fitur keselamatan mobil tidak bekerja saat terjadi bentuan. “Jika kriteria pengaktifan airbag tidak terpenuhi bahkan dalam keadaan seperti ini, lalu kapan airbag akan mengembang?” ujarnya.
Pasca kecelakaan, perusahaan asuransi menilai mobil MPV dari pabrikan otomotif China tersebut tidak dapat diperbaiki dan merekomendasikan untuk membuangnya. Sementara itu, Xpeng mengatakan benturan tersebut tidak memenuhi kondisi pemicu sensor airbag.
Dalam keterangan resminya kepada media di China, Xpeng menyebut, data backend dan video mengemudi menunjukkan kendaraan berada dalam mode mengemudi manual pada saat kecelakaan. Selain itu, pengemudi mobil berbodi bongsor itu terus menekan pedal gas dan memutar kemudi dengan tajam sebelum benturan.
Lebih lanjut, perusahaan mobil China menyatakan tabrakan tersebut tidak mencapai ambang batas pemicu sensor airbag pada produk X9. Namun demikian, Xpeng mengatakan akan menghormati permintaan Liu untuk penilaian pihak ketiga dan bekerja sama dalam pekerjaan tindak lanjut.