Kia Pastikan 1.000 Titik Presisi Melalui Digital Measuring Center

Dhoni Bima
5 Min Read
Kia jaga presisi melalui 1.000 titik dan 600 Kriteria

NEVBUZZ – Kia telah memastikan hingga 1.000 titik pada satu struktur bodi kendaraan berdasarkan sekitar 600 kriteria kualitas lebih presisi melalui fasilitas Digital Measuring Center (DMC) di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan. Proses pengukuran secara detail dilakukan sejak kendaraan masih dalam tahap pengembangan.

Fungsi dari DMC terfokus dengan memeriksa empat area utama, yaitu kualitas eksterior, kebisingan, getaran, dan kekasaran atau Noise, Vibration, and Harshness (NVH), kekedapan terhadap air, serta fungsi dan kelayakan perakitan. Pengukuran ini membantu engineer menemukan perbedaan ukuran, celah antarkomponen, hingga perubahan bentuk yang sangat kecil dan sulit terlihat secara langsung.

“Setiap titik yang diukur memberi engineer data untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan. Melalui DMC, kualitas dibangun sejak awal, kemudian acuannya diteruskan hingga tahap produksi,” ujar Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia.

Kia menjaga presisi melalui 1.000 titik dan 600 kriteria

Awal pemeriksaan dimulai dari struktur dasar kendaraan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM). Alat ini memakai sensor kontak berpresisi tinggi untuk membaca koordinat tiga dimensi pada 1.000 titik yang telah ditentukan.

Dari hasil pemeriksaan, maka engineer dapat menghitung jarak dan penyimpangan antar titik, memeriksa kesejajaran, serta mengetahui apakah setiap bagian telah berada pada posisi yang tepat. Data ini kemudian menjadi dasar evaluasi terhadap sekitar 600 kriteria kualitas dan membantu engineer menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan.

Setelah memperoleh hasil pengukuran dari DMC selanjutnya diteruskan ke fasilitas produksi. Dengan begitu, pabrik dapat menggunakan acuan kualitas yang sama ketika kendaraan memasuki tahap produksi.

Seluruh bagian secara detail tetap terukur

Khusus dalam memeriksa komponen bergerak seperti pintu dan liftgate, DMC menggunakan pemindai optik 3D yang terpasang pada lengan robot. Autonomous Mobile Robots (AMR) membawa komponen ke area pemeriksaan, lalu pemindai membaca seluruh bentuknya untuk memastikan ukuran dan posisi komponen sesuai dengan rancangan serta dapat bekerja dengan baik setelah dipasang pada bodi kendaraan.

Baca Juga :  Chery Resmikan Dealer di Bogor Perkuat Jaringan dan Layanan 3S

Sebelum masuk ke tahap perakitan akhir, komponen dipasang pada alat inspeksi yang meniru bentuk bodi kendaraan sebenarnya. Selanjutnya, engineer akan mengecek ketepatan pemasangannya menggunakan pemindai 3D portabel. Dukungan perangkat lunak secara otomatis membangun lingkungan pengukuran virtual berdasarkan titik referensi, sehingga pemeriksaan berjalan lebih cepat dengan ketelitian yang tetap terjaga.

Sistem kerja DMC akan tetap berlanjut hingga seluruh komponen terpasang, dengan memindai kendaraan secara lengkap untuk melihat penyimpangan ukuran yang mungkin terkumpul dari struktur bodi, komponen bergerak, bagian setelah terpasang, hingga trim kendaraan. Berdasarkan seluruh data dari setiap tahap membantu engineer melacak sumber masalah dan menentukan perbaikan secara lebih tepat.

Selain itu, tugas DMC akan melakukan menguji pintu, liftgate, dan komponen bergerak lainnya dalam kondisi pengoperasian. Kamera berkecepatan sangat tinggi dan sejumlah sensor menangkap hingga 500 data pengukuran per detik ketika komponen dibuka dan ditutup. Hasilnya memperlihatkan perubahan bentuk yang tidak dapat ditangkap mata manusia, termasuk pengaruh bertambahnya bobot komponen dan tekanan dari luar.

Sumber data menjadi langkah penyempurnaan

Berdasarkan seluruh hasil pengukuran DMC terhubung ke pusat data yang menyatukan informasi dari berbagai tahap pengembangan, sistem, dan pemasok. Apabila terdapat data yang menunjukan perbedaan kualitas, engineer dapat membandingkan data, mencari penyebabnya, dan menyiapkan perbaikan dengan lebih cepat.

DMC menggunakan dua sistem analisis utama. Algoritma DATA-FIT mengolah hasil pengukuran untuk menemukan konfigurasi perakitan paling optimal dalam ruang virtual. Sementara itu, DATA-AUDIT menandai kemungkinan sumber penyimpangan dan memberikan rekomendasi perbaikan. DMC juga berencana memanfaatkan data yang telah terkumpul untuk membangun infrastruktur berbasis kecerdasan buatan yang dapat mendukung pengembangan kendaraan berikutnya.

Data tersebut juga membantu DMC mengalihkan pengelolaan kualitas dari penanganan masalah setelah muncul menjadi proses analisis dan penyempurnaan sejak tahap pengembangan. Pemeriksaannya mencakup bagian yang terlihat maupun tersembunyi, agar ketelitian tersebut dapat terasa ketika kendaraan digunakan. Seluruh rangkaian tersebut dapat memberi gambaran tentang proses pengembangan di balik lini global Kia yang hadir di berbagai pasar, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Kia Hadir 25 tahun di Indonesia Dengan Transformasi Teknologi

“Bagi konsumen, seluruh proses tersebut memang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dirasakan melalui kerapian, kenyamanan, dan fungsi kendaraan saat digunakan sehari-hari. Kami berharap cerita ini bisa memberi gambaran yang lebih jelas tentang proses di balik kualitas kendaraan Kia yang hadir di Indonesia,” pungkas Harry Yanto.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *