Mengenal Cara Kerja Sabuk Pengaman Mobil

3 Min Read

NEVBUZZ – Sabuk pengaman telah lama dikenal sebagai piranti keselamatan berkendara standar pada sebuah mobil. Ada berbagai perangkat yang dirancang untuk menahan beban pengemudi maupun penumpang ketika fitur ini diaktifkan.

Dengan menggunakan sabuk pengaman, tubuh pengemudi maupun sopir bisa ditahan dan tidak terhempas keluar kabin saat terjadi benturan keras. Alhasil risiko cedera pada orang-orang di dalam kendaraan bisa diminimalkan.

Bicara soal sabuk pengaman alias safety belt pada mobil, ada beragam komponen di dalamnya. Teknologi kesemalatan berkendara terdiri dari sabuk itu sendiri, besi pengait (buckle), hingga pretensioner dan force limiter yang kini umum digunakan oleh pabrikan otomotif dunia.

Pretensioner menjadi salah satu komponen penting yang memaksimalkan kerja sabuk pengaman mobil. Selain itu, ada juga force limiter. Keduanya dirancang untuk saling melengkapi guna mencegah dampak fatal ketika kendaraan mengalami benturan.

“Saat kecelakaan terjadi, kendaraan mengalami perlambatan secara tiba-tiba, sementara tubuh masih memiliki kecenderungan bergerak ke depan. Pretensioner membantu mengurangi gerakan tersebut sehingga posisi tubuh lebih terkontrol dan dapat bekerja bersama sistem keselamatan lainnya, termasuk airbag,” ujar Head of After Sales Astra Peugeot, Rafii Sinurat dalam siaran pers yang dikutip NEVBUZZ, Senin (24/8).

Pada tips otomotif kali ini, terkait dengan sistem sabuk pengaman. Adapun petensioner membantu mengurangi kelonggaran sabuk pada awal benturan. Sementara itu, force limiter membantu mengendalikan gaya yang diteruskan sabuk kepada tubuh ketika beban meningkat.

Dengan kombinasi tersebut, sistem keselamatan berkendara tidak hanya berupaya menahan tubuh secepat mungkin. Sabuk pengaman alias safety belt juga dirancang untuk bisa mengelola gaya yang diterima tubuh selama proses benturan. Sehingga, badan pengemudi maupun penumpang bisa ditahan dan tidak terpental dari jok.

Baca Juga :  Cara Mencuci Tak Tepat, Bikin Umur Ban Mobil Jadi Pendek

Pakai Sabuk Pengaman dengan Benar

Meskipun sudah dirancang sedemikian kompleks untuk keselamatan berkendara, tak jarang penggunaan fitur ini diabaikan. Padahal, safety belt wajib diaktifkan secara benar ketika kendaraan bergerak.

Terkait keselamatan berkendara, penggunaan sabuk pengaman dengan benar tetap menjadi langkah paling mendasar. Sabuk bagian atas harus melewati bahu dan dada dengan posisi yang tepat, sedangkan bagian pangkuan berada pada area panggul.

Tips otomotif yang perlu dipahami, pada mobil-mobil keluaran baru teknologi keselamatan menjadi sebuah sistem yang saling terintegrasi. Artinya, sabuk pengaman (dengan komponen pretensioner dan force limiter) airbag, sensor, serta sistem pengendali keselamatan memiliki tugas masing-masing dalam membantu melindungi sopir maupun penumpang kendaraan.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *