Mengetahui Biaya Operasional Kendaraan Listrik Changan Dalam Berbagai Kondisi

Dhoni Bima
4 Min Read
Mengetahui biaya operasional kendaraan listrik Changan

NEVBUZZ – Changan dengan lini produk kendaraan listrik menjadi solusi di tengah fluktuasi harga BBM dengan biaya operasional yang lebih efisien dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.

Kehadiran Changan sebagai merek otomotif global asal Tiongkok di bawah naungan Indomobil Group, untuk menghadirkan kendaraan listrik yang dapat memberikan biaya operasional lebih terkendali, perawatan  lebih sederhana, serta fleksibilitas penggunaan sesuai kebutuhan mobilitas harian.

Harga awal pembelian kendaraan bukan lagi menjadi acuan utama, tetapi Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan dalam operasional selama penggunaan merupakan bagian yang menjadi perhitungan sebelum melakukan pembelian kendaraan.

Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, mengatakan saat ini, banyak konsumen lebih mempertimbangkan biaya penggunaan kendaraan secara menyeluruh, bukan hanya harga beli.

“Untuk itu, kami ingin memberikan gambaran mengenai efisiensi penggunaan kendaraan listrik dalam mobilitas sehari-hari. Dengan biaya operasional yang kompetitif serta dukungan layanan purnajual yang komprehensif, baik Changan Lumin maupun Changan Deepal S07 dapat menjadi solusi mobilitas yang praktis dan ekonomis untuk jangka panjang,” tutur Setiawan Surya.

Biaya Operasional Kendaraan Listrik Changan

Untuk biaya pengisian daya, Changan dengan lini produk kendaraan listrik memastikan tingkat efisiensi sebagai berikut:

  • Pengisian daya di rumah (home charging) mengacu pada tarif dasar non-subsidi PLN yang berkisar Rp1.700 per kWh.
  • Pengisian di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berada pada kisaran Rp2.475 per kWh untuk tarif dasar reguler atau medium charging.

Sebagai gambaran, Changan Lumin dengan baterai berkapasitas 28,08 kWh dan memiliki jarak tempuh hingga 301 km (berdasarkan pengujian NEDC). Berdasarkan data internal, konsumsi energinya tercatat 9,3 kWh per 100 km atau setara 10,75 km/kWh. Dengan tarif listrik rumah tangga non-subsidi sebesar Rp1.700 per kWh, biaya energi murni berada di kisaran Rp158 per kilometer, sementara pengisian di SPKLU berkisar Rp230 per kilometer.

Baca Juga :  Simak Langkah Penting Memilih Bengkel Service Mobil

Untuk pengisian baterai Changan Lumin dengan kondisi penuh menggunakan home charging membutuhkan sekitar Rp48.000 atau berkisar Rp70.000 untuk pengisian cepat (DC fast charging) di SPKLU.

Angka Efisiensi juga ditawarkan Changan Deepal S07 yang mengusung baterai berkapasitas 79,97 kWh dengan daya jelajah hingga 560 km (berdasarkan pengujian NEDC) dan konsumsi energi 14,2 kWh per 100 kilometer atau setara 7,04 km/kWh.

Dalam pengisian Changan Deepal S07 menggunakan tarif listrik rumah tangga non-subsidi, biaya energinya berada di kisaran Rp241 per kilometer, sedangkan pengisian di SPKLU sekitar Rp351 per kilometer.

Untuk pengisian daya penuh, Changan Deepal S07 membutuhkan biaya berkisar Rp136.000 di rumah, atau sekitar Rp200.000 pada SPKLU (DC fast charging).

Dengan dukungan fitur regenerative braking pada model Lumin dan Deepal S07, tentunya efisiensi dapat semakin optimal dalam penggunaan energi selama berkendara.

Changan Lumin dan Deepal S07 juga dilengkapi fitur fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 35 menit.

Biaya perawatan Changan 

Sebagai kendaraan listrik yang memiliki struktur lebih sederhana karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal, maka penggunaan jangka panjang, berpotensi menekan biaya perawatan dan menjadi bagian penting dalam perhitungan Total Cost of Ownership.

Garansi kendaraan listrik Changan

Changan Lumin dengan garansi baterai hingga 8 tahun atau 120.000 km, garansi kendaraan 6 tahun atau 120.000 km, serta free service hingga 6 bulan atau 10.000 km.

Khusus Deepal S07 dengan garansi baterai hingga 8 tahun atau 240.000 km, garansi kendaraan 6 tahun atau 120.000 km, serta free service selama 5 tahun atau 60.000 km.

Seluruh garansi tersebut berlaku untuk mana yang tercapai lebih dahulu dengan syarat dan ketentuan.

Baca Juga :  Pilihan Mobil Listrik Mungil Baru di IIMS 2026: Changan Lumin

Jadi Nevizen lebih tertarik kendaraan listrik murni (EV) atau model Plug in Hybrid (PHEV)

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *