NEVBUZZ – VinFast berupaya mempermudah calon konsumen untuk memiliki kendaraan listriknya dengan menawarkan skema baru.
Dua hal utama yang ditawarkan VinFast dengan memanfaatkan jaringan dealer dan skema sewa baru.
Transformasi jaringan dealer VinFast
VinFast berupaya melakukan perubahan pada seluruh jaringan dealer resminya di Indonesia dengan menjadi pusat mobilitas terpadu yang mengintegrasikan layanan penjualan, pembiayaan, hingga opsi penyewaan, guna membantu pengemudi beralih ke kendaraan listrik di tengah fluktuasi harga bahan bakar.
Selain menghadirkan seluruh lini produk VinFast yang terdiri VF 3, VF 5, VF 6 dan VF 7. Dealer akan menyediakan fasilitas pengisian daya di area servis, serta ruang konsultasi khusus tempat staf VinFast dalam menjelaskan secara terinci, termasuk simulasi biaya kepemilikan secara menyeluruh.
“Dealer yang selama ini bersifat transaksional perlu berevolusi menjadi pusat edukasi dan dukungan,” ujar seorang Managing Director J.D. Power dalam konteks Amerika Utara, sebuah perspektif yang semakin relevan di Indonesia.
Skema kepemilikan VinFast
Untuk mempermudah kepemilikan, dealer VinFast di Jakarta kini menawarkan berbagai jalur adopsi kendaraan listrik, termasuk model sewa yang ditujukan khusus bagi pengemudi transportasi daring dan komersial.
Melalui program sistem sewa, pengemudi dapat memasuki ekosistem kendaraan listrik tanpa harus membeli kendaraan secara langsung. Bahkan untuk pengganti uang muka besar, tersedia skema deposit ringan untuk model seperti Herio Green dan Limo Green yang dirancang khusus untuk kebutuhan komersial.
Pengemudi cukup membayar tarif sewa harian tetap mulai dari Rp312.500 per hari di Indonesia. Skema ini dipastikan mempermudah bagi pengemudi untuk segera beroperasi dan mendapatkan pemghasilan.
Biaya operasional akan stabil, dalam pengisian daya dapat ditekan melalui kemitraan global VinFast dengan V-Green, yang menghadirkan berbagai insentif, termasuk program pengisian daya gratis dalam periode tertentu.
Sebagai contoh, pengemudi yang menggunakan kendaraan konvensional dengan jarak tempuh 200 hingga 300 kilometer per hari dapat mengeluarkan biaya bahan bakar hingga jutaan rupiah per bulan.
Sedangkan dengan model Herio Green yang dikembangkan dari VF 5 menawarkan biaya energi yang jauh lebih efisien. Dengan insentif pengisian daya, biaya energi dapat ditekan secara signifikan, bahkan mendekati nol.
Dipastikan penghematan tersebut menjadi nilai tambah penting, terutama di pasar seperti Indonesia yang sensitif terhadap perubahan harga bahan bakar.
Bagi konsumen yang memilih kepemilikan, opsi pembiayaan tetap tersedia dengan skema yang disesuaikan dengan pola pendapatan pengguna, khususnya dari layanan transportasi daring.
Dengan menghadirkan opsi kepemilikan dan penyewaan secara berdampingan, dealer berperan sebagai mitra konsultatif yang membantu konsumen menentukan pilihan sesuai kondisi finansial mereka.
Melalui transformasi yang dilakukan menjadi upaya meningkatkan fungsi dealer dari sekadar titik penjualan menjadi pusat solusi mobilitas yang komprehensif.
“Pembeli saat ini membutuhkan pendamping, ibarat ‘EV Sherpa’, yang dapat membantu mereka memahami berbagai aspek baru dalam kepemilikan kendaraan listrik,” ujar JD Ney.
Dengan peranan dari jaringan dealer, menjadi langkah VinFast untuk semakin mempercepat transisi Indonesia menuju mobilitas listrik.